Ideas Diet regime Sehat untuk Ibu Setelah Melahirkan

Ilustrasi ibu makan menu food plan setelah melahirkan. Foto: Shutter Stock
Setelah melahirkan, berat badan biasanya memang tidak langsung turun dan hal itu sangat wajar terjadi. Meski begitu, beberapa ibu mungkin saja jadi kurang percaya diri dan berpikir untuk segera melakukan diet plan setelah melahirkan, agar bentuk badannya kembali seperti semula.

Tapi sebelum menjalani diet, Anda perlu paham dulu bahwa diet yang dilakukan ibu setelah melahirkan tidak boleh asal-asalan. Sebab, saat menyusui, Anda perlu mengonsumsi cukup nutrisi dan kalori untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi.

Oleh sebab itu, bila ingin melakukan diet regime setelah melahirkan, simak dulu beberapa suggestions seperti dikutip dari Healthline berikut ini.

Diet plan Aman dan Sehat Setelah Melahirkan

Ilustrasi ibu makan menu diet plan setelah melahirkan Foto: dok.Shutterstock

Pilih Berbagai Jenis Makanan dari Semua Kelompok Gizi

Secara umum, terdapat lima kelompok gizi yang dibutuhkan oleh manusia, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pastikan untuk tetap mengonsumsi semuanya agar kebutuhan gizi seimbang Anda terpenuhi, Mothers. Akan lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau ahli gizi yang dapat memandu menu food plan Anda.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, ibu menyusui membutuhkan sekitar 2.300 – 2.500 kalori for every hari. Kebutuhan kalori sendiri penting untuk dipenuhi karena dapat mempengaruhi suplai ASI Anda. Pilih makanan sehat dan hindari gorengan atau makanan ringan untuk menghindari kenaikan berat badan, tapi kalori harian tetap harus tercukupi.

Tetap Terhidrasi Sepanjang Hari

Ilustrasi minum air putih, Foto: Shutterstock

Ahli food plan dari Reproductive Medication Associates of New York Dara Godfrey, MS, RD., menjelaskan, penting bagi ibu menyusui untuk terhidrasi dengan mengonsumsi setidaknya tiga liter air for each hari.

Meski begitu, kebutuhan air setiap ibu menyusui bisa berbeda-beda. Salah satu cara untuk mengukur hidrasi adalah dengan melihat warna urine. Jika warnanya kuning cenderung bening, itu tandanya Anda sudah cukup terhidrasi. Sebaliknya, urine yang berwarna gelap menandakan bahwa perlu menambah asupan air per harinya.

Turunkan Berat Badan Secara Perlahan

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, penurunan berat badan yang suitable bagi ibu setelah melahirkan dan sedang menyusui adalah 1,8 – 2 kg for every bulan. Memang cukup rendah, Mothers. Namun, lebih aman bagi ibu menyusui untuk menurunkan berat badan secara bertahap agar tidak mempengaruhi nutrisi dan suplai ASI.

Konsumsi Vitamin Pranatal

Ilustrasi minum vitamin. Foto: Shutterstock

Ibu menyusui perlu untuk tetap mengonsumsi vitamin pranatal sebagai nutrisi tambahan. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan vitamin atau suplemen apa yang cocok sesuai dengan kondisi Anda.

CDC merekomendasikan ibu menyusui untuk mengonsumsi maksimal 300 mg kafein for each hari. Selain untuk membantu food plan, mengurangi konsumsi kafein juga dapat mencegah pengaruh kafein yang didapatkan bayi melalui ASI.